Senin, 06 Juni 2016

Puisi: Aku Bodoh

Pagi ini gelisah menyambutku
Ada resah memanggil namaku
Aku takut melihatmu bersama jantan yang lain

Aku bodoh
Bernapas hanya dengan namamu
Aku bodoh
Berharap hanya pada dirimu


Tapi biarlah waktu mencekik kita berdua
Hingga tiba saatnya kita berkalang tanah
Dan tak ada lagi dendam antara kita

Kragilan, Serang, 21 Mei 2016

Puisi: Kupikir

Kupikir masalah kita hanya masalah hati yang saling terluka
Rupanya lebih dari itu
Ada pengerat yang merongrong hatimu
Merusak tatanan mimpi kita

Apa kamu sadar bahwa kau melukaiku sangat dalam?
Dengan kau melenyapkan diri tanpa kata
Kau hantam lagi hatiku dengan lelaki busuk yang terus menerus merangseg masuk ke kehidupanmu
Lelaki yang dulu tak bernyali dan gagal meraihmu
Tapi kini kau yang malah memberi ruang itu lagi

Kau tahu ada tembok selain tembok keserakahan pesaingku di antara kita?
Tembok yang diciptakan, ah aku tak mau menyebutkannya
Tembok yang secara licik menghapus namaku dari hatimu
Hingga aku tahu kenapa kau berubah dengan sangat drastis

Biarlah
Yang terpenting adalah aku hanya punya niat baik
Kalau niat baikku tak memiliki sambutan yang baik
Biar kita sama-sama merugi
Jangan ada yang merasa diuntungkan dengan rusaknya kisah kita

 Kragilan, Serang, 19 Mei 2016

Puisi: Asih Maafkan Aku

Mungkin aku bukan orang yang istimewa
Sehingga kamu mudah saja melepas diri dariku
Tak seperti kamu yang begitu istimewa
Sehingga sampai saat ini aku tak mampu menghapus namamu dari hatiku

Jika aku pernah menyakiti hatimu
Mohoh maafkan aku

Kamu ingat, berapa kali kamu menggores luka di hatiku?
Aku tak peduli berapa kali
Sebanyak apa pun kamu lukis luka di hatiku
Tak mampu mengikis perasaan cintaku padamu

Meski aku tidak pernah bisa mendefinisikan secara ilmiah apa itu cinta
Tapi aku bisa merasakannya saat menyebut namamu dalam napasku

Asih, maafkan aku

Kragilan, Serang, 18 Mei 2016

Puisi: Asih Aku Merindukanmu

Inginku berkata kasar
Mencaci dan memakimu
Karena kamu pergi tanpa kata
Menjebakku sendiri merindy

Hatiku menolak
Kamu begitu berharga
Untuk kembali menerima luka
Aku juga sama

Trauma
Entah berapa juta kata lagi
Harus kutulis untukmu Asih
Tentang gundah hatiku ini

Aku ingin kita bicara lagi
Kamu muslim?
Tahu aturan muslim tak boleh bermusuhan lebih dari tiga hari?
Ah mungkin kamu menganggap aku sok suci

Saking ingin kau kembali lagi
Asih
Kumaafkan luka yang pernah kautanam di hatiku
Kini aku memintamu
Kumohon maafkan luka pahitku terhadapmu

Asih
Aku merindukanmu

Kragilan, Serang, 16 Mei 2016

Puisi: Aku Rindu Kamu

Detak waktu terus bergerak
Kulihat kamu di ujung sana
Inginku bicara denganmu
namun terhalang dinding luka

Aku ingin melihal lagi senyummu dari dekat
membelai pipimu yang berlesung saat tersenyum manja

Aku rindu kamu
Retakan-retakan hatiku, telah kulupakan
Kini saatnya kamu izinkan aku menyentuh hatimu lagi
menebus luka yang pernah kubuat.

Aku rindu kamu
izinkan aku memandang senyummu
melihat tawa manjamu,
menatap mungil hidungmu, meski hanya sekejap waktu

Aku rindu kamu
Kragilan, Serang, 13 Mei 2016

Puisi: Aku Bercerita Kepada Senja

Aku bercerita kepada senja
cerita tentang kamu yang pergi

Senja menyiratkan warna teduh
mencoba meneduhkan hatiku yang gelisah

Senja seolah mengerti apa yang kurakan

Aku pernah berkata, kamu ibarat senja
teduh dan meneduhkan

Tapi, entah kenapa kamu bagai surya gurun di siang hari
begitu panas

Tapi, di sisi lain kamu menyiratkan salju di puncak everest
begitu dingin

Aku hampir mati diapit keadaan demikian.
Kembalilah teduh, Asih
Mari bicara lagi

Kragilan, Serang, 12 Mei 2016
Aku rindu dirindukan olehmu
Aku rindu dimarahi dengan manja olehmu
Aku rindu dicubit olehmu saat mataku celingak celinguk
Aku rindu dipukul olehmu saat aku sedikit jahil padamu
Aku rindu dikhawatirkan olehmu
Aku rindu saat kau merajuk karena lama menunggu
Aku rindu cemburu padamu
Aku rindu menghindari hujan bersamamu
Aku rindu setiap momen kecil bersamamu
Aku rindu dicintai olehmu


Kragilan, Serang, 9 Mei 2016